
Jakarta, 21 September 2026 — Seni menjadi salah satu ruang bagi murid untuk mengenal dan mengekspresikan diri. Melalui kegiatan Lomba Apresiasi dan Kompetisi Seni bagi Pelajar Tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, murid SD Perguruan “Cikini” mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka melalui cabang seni tari. Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman bagi para murid untuk membawa hasil latihan dan proses belajar mereka ke sebuah panggung yang lebih luas.
Dalam persiapannya, para murid mengikuti latihan secara rutin bersama guru dan pendamping. Setiap latihan menjadi bagian dari proses untuk membangun rasa percaya diri dan teamwork sebelum tampil. Proses latihan juga memberikan pengalaman belajar yang tidak selalu ditemukan di dalam kelas. Para murid belajar mengikuti arahan, mengingat rangkaian gerakan, menyesuaikan diri dengan anggota kelompok, serta menjaga komitmen untuk mengikuti latihan. Dari proses tersebut, mereka belajar bahwa sebuah penampilan membutuhkan kerja sama dan konsistensi.
Berikut nama murid-murid yang mengikuti lomba :
1. Khanza Anandy Sabriya A. (4A)
2. Alula Calantha Radiandi (5A)
3. Made Geyna P. (5A)
4. Fathima Asnayra P. (5A)
5. Zahsy Abqariah N. (5A)
6. Afya Elnaya M. (6B)
7. Quenisha Shahnaz S. (6B)

Pada hari Kamis 17 September 2026, murid SD Perguruan “Cikini” tampil membawakan tarian bertajuk Penyang Pambahanyi, yang bermakna “Kekuatan Jiwa Yang Pemberani” dibantu oleh seorang koreografer, yaitu dengan koreografer Miss Trisia Loli Maulina S.Pd., serta kedua pembina yaitu Miss Devi Puspitasari, S.Pd. dan Miss Raihana Ayuni Sukma Hamidin, S.Pd. Tarian ini merupakan sebuah karya tari kontemporer berbasis tradisi Dayak yang menggambarkan semangat juang, ketangguhan, dan keberanian yang membara di dalam dada. Terinspirasi dari filosofi burung mistis tanah Kalimantan dan manifestasi energi magis leluhur (penyang), tarian ini menjadi simbol perlindungan, harga diri, dan kekuatan yang tak tergoyahkan dalam menghadapi segala rintangan.
Ada rasa antusias, gugup, sekaligus bangga ketika akhirnya dapat menyelesaikan penampilan bersama. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk belajar menghadapi suasana baru dan berani menunjukkan kemampuan yang telah mereka kembangkan.
Bagi sekolah, keikutsertaan dalam kompetisi seni merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap perkembangan potensi murid di luar bidang akademik. Setiap proses yang dijalani, mulai dari latihan hingga penampilan, menjadi pengalaman yang dapat membentuk rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.